Jumat, 18 Desember 2015

Makalah E-Learning


Makalah Pengetahuan Komputer
E-Learning


Disusun Oleh:
SURYADI
1504411213



UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO
TAHUN AKADEMIK 2015/2016


KATA PENGANTAR

       Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang maha esa atas limpahan rahmat dan karunianya serta kesehatan yang telah di berikan kepada kita, serta sholawat dan salam selalu kita lantunkan kepada Rasulullah SAW.
        Penyusun mampu menyelesaikan makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Pengetahuan komputer. Komputer ialah sebuah teknologi canggih yang terus berkembang dari generasi ke generasi sejak tahun 1940 hingga saat ini komputer terus mengalami perkembangan, Komputer yang terdiri dari HARDWARE dan SOFTWARE juga mengalami berbagai perkembangan terutama pada kompononen SOFTWARE.
       Makalah ini di susun agar pembaca dapat menambah ilmu tentang komputer terutama pada pembelajaran E-learning, Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi para pembaca. Pembuat sadar bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu, kepada dosen pembimbing saya meminta masukan demi perbaikan makalah kami dan kami juga mengharapkan kritikan dan saran dari pembaca.






DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
BAB II PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN E-LEARNING
B.     JENIS E-LEARNING
C.    PROSES PENGEMBANGAN E-LEARNING
D.    PEMANFAATAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN 
E.     KELEBIHAN & KEKURANGAN E-LEARNING
BAB III PENUTUP
A.    KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA







BAB I
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG
 Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru / fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru / fasilitator perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar.
Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar.
Media pembelajaran yang saat ini sedang panas diperbincangkan adalah internet. Internet memiliki potensi besar untuk dijadikan media pembelajaran mengingat kelebihannya yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Sumber informasi bisa diakses kapan saja dan dari mana saja.
Menurut Kamarga, Internet adalah jaringan yang terdiri atas ribuan bahkan jutaan komputer, termasuk di dalamnya jaringan lokal, yang terhubungkan melalui saluran (satelit, telepon, kabel) dan jangkauannya mencakup seluruh dunia (Suyanto : 2005)Internet pertama kali muncul di Amerika pada tahun 1970 yakni dengan diawali munculnya TCP/IP (Transmissiaon Control Protocol / Internet protocol oleh sebuah penelitian  di Stanford University Of Utah. Sebelum munculnya TCP/IP, Amerika telah menggunakan jaringan komputer yang pertama untuk menghubungkan empat situs, yaitu Stanford Reseach University Institude,  University of California at Los Angeles, University of California at Santa Barbara dan University of Utah. Jaringan komputer ini disebut dengan ARPAnet. Jadi, dari sejarah kemunculannya dapat dilihat bahwa internet pertama kali digunakan untuk akses informasi pendidikan.


  
BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian E-learning
Online learning juga biasa disebut electronic learning atau e-learning, merupakan pembelajaran yang disajikan secara elektronik dengan menggunakan komputer dan media berbasis komputer. Media komputer yang dimaksud di sini lebih berorientasi pada penggunaan teknologi komputer dan internet. Clark dan Mayer mengemukakan e-learning adalah pembelajaran yang disampaikan dalam komputer dengan CD-ROM, internet, atau intranet dengan bentuk.
Memasukkan materi yang relevan dengan tujuan.
1.        Menggunakan unsur-unsur media seperti kata-kata, gambar, untuk menyajikan materi dan mtode.
2.        Menggunakan metode pembelajaran seperti, contoh dan praktek yang membantu belajar.
3.        Membagun pengetahuan dan keterampilan baru yang dikaitkan dengan tujuan belajar atau meningkatkan kinerja.
E-learning merupakan sistem pembelajaran yang memanfaatkan media elektronik sebagai alat untuk membantu kegiatan pembelajaran, yang dalam arti luas mencakup pembelajaran yang dilakukan dengan media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. Secara formal misalnya berupa kurikulum, silabus, mata pelajaran,dan tes yang telah diatur sesuai jadwal oleh pihak-pihak terkait, yaitu pengelola e-learning. Dengan e-learning pembelajaran akan lebih menarik karena tampilan di layarnya bisa dibuat variatif yang menarik. Pembelajaran ini dapat juga disebut pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh Perguruan Tinggi dan biasanya perusahaan konsultan yang bergerak dibidang penyedia jasa e-learning untuk umum. Sedang secara informal misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau web pribadi, dan perusahaan yang mensosialisasikan untuk masyarakat. Biasanya jasa seperti ini gratis.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa pembelajaran elektronik (e-learning) merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (internet, LAN, WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lain.

B.       Jenis E-learning
Berdasarkan teknologi informatika yang digunakan, e-learning kemudian dikelompokkan berdasarkan basis teknologi, yaitu sebagai berikut:
1.        Computer Based Training (CBT)
Sistem CBT ini mulai berkembang di tahun 80-an dan masih berkembang terus sampai sekarang. Hal ini ditunjang antara lain oleh perkembangan sistem animasi yang kian menarik dan realistis (misalnya aitem animasi 3 Dimension).
2.        Web Based Training (WBT)
Sistem ini merupakan perkembangan lanjutan dari CBT dan berbasis teknologi internet. Sehingga dengan menggunakan konsep ini, dapat terjadi komunikasi dua arah antar pengguna. Namun lancarnya proses belajar dengan menggunakan sistem ini bergantung kepada infrastruktur jaringan kecepatan tinggi. Kendala penerapan konsep ini terletak pada kenyataan bahwa jaringan internet di negara kita masih belum merata. Pada dasarnya,terdapat 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih, yakni:
1.      Sepenuhnya secara tatap muka (konvensional)
2.      Sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet
3.      Sepenuhnya melalui internet.

Salah satu komponen WBT yang sangat digemari adalah video-conferencing, yaitu dimana siswa dan guru dapat langsung mendiskusikan semua hal tanpa harus bertemu muka secara langsung. Sistem ini berkembang pesat di negara-negara maju dan dapat dimanfaatkan sebagai alat belajar mengajar di virtual classes ataupun virtual universities.

C.      Proses Pengembangan E-learning
Untuk mengembangkan program e-learning ada beberapa tahapan, dimulai dengan:
1.    Analisis Kebutuhan
Tujuan yang diharapkan dicapai oleh suatu lembaga atau organisasi. Contoh: Dosen menerapkan teknologi e-learning. Pada akhir semester prestasi mahasiswa kurang menggembirakan sehingga pimpinan mengambil keputusan bahwa e-learning diganti dengan tatap muka karena e-learning tidak cocok dengan gaya belajar mahasiswa yang bersangkutan. Padahal apabila dianalisis, mahasiswa sangat antusias. Pada kasus ini problem bukan terletak dari pada motivasi menurun atau e-learning kurang tepat, tetapi karena program e-learning tidak terakses disebabkan padatnya jaringan.
2.    Mendeskripsikan tingkat kinerja/kompetensi yang ingin dicapai
Deskripsi ini diperlukan untuk menetapkan materi pembelajaran, yang harus dipelajari sehingga dipersiapkan dengan baik. Langkah ini berarti memilih materi serta pengalaman belajar yang sesuai untuk mendukung pencapaian kompetensi.
3.    Menetapkan metode dan media pembelajaran
Berbagai metode serta media yang biasa digunakan dikelas tatap muka kemungkinan dapat diterapkan juga pada kelas online.
4.    Menentukan jenis evaluasi untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran
Untuk mengukur keberhasilan pembelajaran, evaluasi berupa balikan atau revisi tugas-tugas. Oleh karena itu pendekatan e-learning berupa pembelajaran mandiri, maka pembelajar harus mengevaluasi diri sendiri sehingga mengetahui tingkat keberhasilannya.



D.      Pemanfaatan E-learning dalam Pembelajaran
1.    Media berbasis komputer
Teknologi komputer mengalami kemajuan pesat dan luar biasa, baik dari segi hardware maupu softwarenya. Seiring berkembanganya program-program serta aplikasi yang dapat dipasang, komputer memberikan kelebihan dalam berbagai bidang kegiatan pembelajaran seperti untuk produksi media slide, media gerak dan media audio visual. Kiranya dalam era sekarang ini seorang pendidik haruslah mampu menguasai teknologi komputer, meski masih dalam taraf sederhana. Teknologi komputer sangat membantu dalam menciptakan berbagai kreatifitas produksi media pembelajaran, baik berupa gerak, audio maupun visual. Berbagai macam software yang dapat digunakan antara lain Power Point, Macromedia Flash, Movie dan lain-lain. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat digunakan dalam berbagai materi pembelajaran baik eksak, sosial maupun materi agama selama seorang pendidik bisa menyusunnya sesuai kebutuhan dan target-target materi dan pembelajaran yang hendak dicapai, dan tentu tetap didasarkan pada pencapaian tiga ranah peserta didik berikut ini:
a)      Ranah Kognitif

Dalam pencapaian ranah kognitif komputer dapat digunakan untuk mengajarkan konsep-konsep, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan.
b)      Ranah Afektif
Ranah afektif bisa dicapai dengan menggunakan clip, film, suara atau video yang isinya menggugah perasaan. Peserta didik diajak untuk menghayati desain yang dibuat serta mengenalisis baik gambar atau suara.

c)      Ranah Psikomotorik
Ranah psikomotorik dapat dicapai dengan komputer dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games & simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain; simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya.
d)     Media berbasis internet
·      E-Mail
Elekktronic Mail atau yang lebih dikenal dengan E-Mail yang dapat diartikan “Surat Elektronik”, merupakan surat yang pengirimannya menggunakan sarana elektronik yakni dengan menggunakan jaringan internet. Perlu diketahui bahwa pesan yang dikirim berbentuk suatu dokumen atau teks bahkan gambar, tentunya yang dapat diterima oleh komputer lain dengan sarana internet. Peserta didik dapat menggunakan e-mail untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan tugas, dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pendidik di luar kegiatan belajar mengajar, dan dapat berkomunikasi lewat e-mail dengan teman-teman, guru, maupun yang lainnya.
·      Blog
Istilah blog merupakan kependekan dari web blog. Jika diidentifikasi dari penggalan katanya web dan log dapat diartikan sebagai “catatan perjalanan” yang tersimpan dalam website. Blog dapat dijadikan website yang berisikan materi pelajaran yang dituangkan dalam bentuk tulisan, gambar, bahkan foto, maupun coretan warna warni yang membuatnya lebih menarik. Blog sebagai media pembelajaran setidaknya ada tiga metode yang bisa diupayakan yaitu:
Blog guru sebagai pusat pembelajaran. Guru dapat menulis materi belajar, tugas,maupun bahan diskusi di blognya kemudian murid bisa berdiskusi dan belajar bersama-sama di blog gurunya tersebut.
Blog guru dan murid yang saling berinteraksi. Guru dan murid harus memiliki blog masing-masing sebagai sarana mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya.
Komunitas bloger pembelajar. Sebuah blog sebagai pusat pembelajaran dengan guru-guru dan siswa dari berbagai sekolah bisa tergabung dalam komunitas blogger pembelajar tersebut.
·      Mesin Pencarian (Search Engine)
Search Engine adalah sebuah program yang dapat diakses melalui internet yang berfungsi untuk membantu para pengguna dalam mencari apa yang diinginkan, dengan kata lain search engine dirancang khusus untuk menyimpan katalog dan menyusun daftar alamat berdasarkan topik tertentu. Mesin pencarian ini dapat digunakan untuk mengakses berbagai bahan belajar dan informasi melalui media internet. Telah tersedia banyak situs search engine yang dapat digunakan untuk mencari informasi di internet, diantaranya Yahoo, bing, amazon.com, eBay, Wikipedia, Babylon, dan google. Tetapi yang sering kita gunakan adalah google, yang dapat diakses melalui http://www.google.com.  Untuk melakukan pencarian informasi yang diinginkan, kita harus memasukkan kata kunci (keyword) pada kotak pencarian. Misalnya untuk mencari materi Sejarah Kebudayaan Islam tentang Khalifah Umar bin Khattab, maka kata kunci yang kita tuliskan adalah Umar bin Khattab, lalu tekan tombol enter pada keyboard, maka google akan mencari halaman web yang mengandung kata Umar bin Khattab.


E.       Kelebihan & Kekurangan E-learning
Kelebihan e-learning, diantaranya:
1.      E-learning dapat mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat studi lebih ekonomis (dalam kasus tertentu).
2.      E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan guru maupun sesama peserta didik.
3.      Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
4.      Dapat menyajikan variasi media.
5.      Memperoleh informasi mutakhir (up date).
6.      Mudah dan cepat dalam mengakses.
7.      Komunikasi yang luwes.
8.      Biaya ringan.
Disamping e-learning memiliki kelamahan, diantaranya:
1.      Untuk sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang mahal untuk membangun e-learning ini.
2.      Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
3.      Keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan e-learning.
4.      Bagi orang yang gagap teknologi, sistem ini sulit untuk diterapkan.
5.      Materi tidak sesuai dengan umur pebelajar.
6.      Pemanfaatan hak cipta untuk tugas-tugas sekolah.
7.      Perkembangan yang tidak terprediksikan.
8.      Pengaksesan yang memerlukan sarana tambahan.
9.      Kecepatan mengakses yang tidak stabil.
10.  Kurangnya pengontrolan kualitas.






BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
E-learning
merupakan pembelajaran yang disajikan secara elektronik dengan menggunakan komputer dan media berbasis komputer. Media komputer yang dimaksud di sini lebih berorientasi pada penggunaan teknologi komputer dan internet
Jenis E-learning
1.      Computer Based Training (CBT)
2.      Web Based Training (WBT)
Proses Pengembangan E-learning
1.      Analisis Kebutuhan
2.      Mendeskripsikan tingkat kinerja/kompetensi yang ingin dicapai
3.      Menetapkan metode dan media pembelajaran
4.      Menentukan jenis evaluasi untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran
Pemanfaatan E-learning dalam Pembelajaran
1.        Media berbasis komputer
a.       Ranah Kognitif
b.      Ranah Afektif
c.       Ranah Psikomotorik
d.      Media berbasis internet
·           E-Mail
·         Blog
·         Mesin Pencarian (Search Engine)



DAFTAR PUSTAKA
https://alwiimawanblog.wordpress.com/2013/01/09/media-e-learning/
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&ved=0ahUKEwiY6InmndbJAhUFJ5QKHcghA-IQFggyMAM&url=http%3A%2F%2Fjurnal.upi.edu%2Ffile%2FLena.pdf&usg=AFQjCNHCdJ8aEKr_xZ2QGHCtLW9RedVLLQ&sig2=xA7jbwz7_tz9-4H-5sSSUQ&bvm=bv.109910813,d.dGo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Visitor

The Alien