Makalah Pengetahuan Komputer
E-Learning
Disusun Oleh:
SURYADI
1504411213
UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO
TAHUN AKADEMIK 2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang maha esa atas limpahan rahmat dan
karunianya serta kesehatan yang telah di berikan kepada kita, serta sholawat
dan salam selalu kita lantunkan kepada Rasulullah SAW.
Penyusun mampu menyelesaikan makalah ini guna
memenuhi tugas mata kuliah Pengetahuan komputer. Komputer ialah sebuah
teknologi canggih yang terus berkembang dari generasi ke generasi sejak tahun
1940 hingga saat ini komputer terus mengalami perkembangan, Komputer yang
terdiri dari HARDWARE dan SOFTWARE juga mengalami berbagai perkembangan
terutama pada kompononen SOFTWARE.
Makalah
ini di susun agar pembaca dapat menambah ilmu tentang komputer terutama pada
pembelajaran E-learning, Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi para
pembaca. Pembuat sadar bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan
jauh dari sempurna. Untuk itu, kepada dosen pembimbing saya meminta masukan
demi perbaikan makalah kami dan kami juga mengharapkan kritikan dan saran dari
pembaca.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
BAB II PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN E-LEARNING
B.
JENIS E-LEARNING
C.
PROSES PENGEMBANGAN E-LEARNING
D.
PEMANFAATAN E-LEARNING
DALAM PEMBELAJARAN
E.
KELEBIHAN & KEKURANGAN E-LEARNING
BAB
III PENUTUP
A. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang
mempunyai peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Pemanfaatan media seharusnya
merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru / fasilitator dalam setiap
kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru / fasilitator perlu mempelajari
bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian
tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar.
Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk
menyalurkan pesan. Sedangkan gagne mengartikan media sebagai jenis komponen
dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan
media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses
belajar.
Media pembelajaran yang saat ini sedang panas diperbincangkan adalah
internet. Internet memiliki potensi besar untuk dijadikan media pembelajaran
mengingat kelebihannya yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Sumber
informasi bisa diakses kapan saja dan dari mana saja.
Menurut Kamarga, Internet adalah jaringan yang terdiri atas ribuan bahkan
jutaan komputer, termasuk di dalamnya jaringan lokal, yang terhubungkan melalui
saluran (satelit, telepon, kabel) dan jangkauannya mencakup seluruh dunia
(Suyanto : 2005)Internet pertama kali muncul di Amerika pada tahun 1970 yakni
dengan diawali munculnya TCP/IP (Transmissiaon Control Protocol / Internet
protocol oleh sebuah penelitian di Stanford University Of Utah.
Sebelum munculnya TCP/IP, Amerika telah menggunakan jaringan komputer yang
pertama untuk menghubungkan empat situs, yaitu Stanford Reseach University
Institude, University of California at Los Angeles, University of
California at Santa Barbara dan University of Utah. Jaringan komputer ini
disebut dengan ARPAnet. Jadi, dari sejarah kemunculannya dapat dilihat bahwa
internet pertama kali digunakan untuk akses informasi pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian E-learning
Online
learning juga biasa disebut electronic learning atau e-learning,
merupakan pembelajaran yang disajikan secara elektronik dengan menggunakan
komputer dan media berbasis komputer. Media komputer yang dimaksud di sini
lebih berorientasi pada penggunaan teknologi komputer dan internet. Clark dan
Mayer mengemukakan e-learning adalah pembelajaran yang disampaikan dalam
komputer dengan CD-ROM, internet, atau intranet dengan bentuk.
Memasukkan materi yang relevan
dengan tujuan.
1.
Menggunakan unsur-unsur media seperti kata-kata,
gambar, untuk menyajikan materi dan mtode.
2.
Menggunakan metode pembelajaran seperti, contoh dan
praktek yang membantu belajar.
3.
Membagun pengetahuan dan keterampilan baru yang
dikaitkan dengan tujuan belajar atau meningkatkan kinerja.
E-learning
merupakan sistem pembelajaran yang memanfaatkan media elektronik sebagai alat
untuk membantu kegiatan pembelajaran, yang dalam arti luas mencakup
pembelajaran yang dilakukan dengan media elektronik (internet) baik secara
formal maupun informal. Secara formal misalnya berupa kurikulum, silabus, mata
pelajaran,dan tes yang telah diatur sesuai jadwal oleh pihak-pihak terkait,
yaitu pengelola e-learning. Dengan e-learning pembelajaran akan
lebih menarik karena tampilan di layarnya bisa dibuat variatif yang menarik.
Pembelajaran ini dapat juga disebut pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh
Perguruan Tinggi dan biasanya perusahaan konsultan yang bergerak dibidang
penyedia jasa e-learning untuk umum. Sedang secara informal misalnya
melalui sarana mailing list, e-newsletter atau web pribadi, dan
perusahaan yang mensosialisasikan untuk masyarakat. Biasanya jasa seperti ini
gratis.
Secara
sederhana dapat dikatakan bahwa pembelajaran elektronik (e-learning) merupakan
kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (internet, LAN, WAN) sebagai
metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai
bentuk layanan belajar lain.
B.
Jenis E-learning
Berdasarkan
teknologi informatika yang digunakan, e-learning kemudian dikelompokkan
berdasarkan basis teknologi, yaitu sebagai berikut:
1.
Computer Based Training (CBT)
Sistem CBT
ini mulai berkembang di tahun 80-an dan masih berkembang terus sampai sekarang.
Hal ini ditunjang antara lain oleh perkembangan sistem animasi yang kian menarik
dan realistis (misalnya aitem animasi 3 Dimension).
2.
Web Based Training (WBT)
Sistem ini
merupakan perkembangan lanjutan dari CBT dan berbasis teknologi internet.
Sehingga dengan menggunakan konsep ini, dapat terjadi komunikasi dua arah antar
pengguna. Namun lancarnya proses belajar dengan menggunakan sistem ini
bergantung kepada infrastruktur jaringan kecepatan tinggi. Kendala penerapan
konsep ini terletak pada kenyataan bahwa jaringan internet di negara kita masih
belum merata. Pada dasarnya,terdapat 3 alternatif model kegiatan pembelajaran
yang dapat dipilih, yakni:
1. Sepenuhnya
secara tatap muka (konvensional)
2. Sebagian
secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet
3. Sepenuhnya
melalui internet.
Salah satu komponen WBT yang sangat digemari adalah video-conferencing, yaitu dimana siswa dan guru dapat langsung mendiskusikan semua hal tanpa harus bertemu muka secara langsung. Sistem ini berkembang pesat di negara-negara maju dan dapat dimanfaatkan sebagai alat belajar mengajar di virtual classes ataupun virtual universities.
C.
Proses Pengembangan E-learning
Untuk mengembangkan program e-learning
ada beberapa tahapan, dimulai dengan:
1.
Analisis Kebutuhan
Tujuan yang
diharapkan dicapai oleh suatu lembaga atau organisasi. Contoh: Dosen menerapkan
teknologi e-learning. Pada akhir semester prestasi mahasiswa kurang
menggembirakan sehingga pimpinan mengambil keputusan bahwa e-learning
diganti dengan tatap muka karena e-learning tidak cocok dengan gaya
belajar mahasiswa yang bersangkutan. Padahal apabila dianalisis, mahasiswa
sangat antusias. Pada kasus ini problem bukan terletak dari pada motivasi
menurun atau e-learning kurang tepat, tetapi karena program e-learning
tidak terakses disebabkan padatnya jaringan.
2.
Mendeskripsikan tingkat kinerja/kompetensi yang ingin
dicapai
Deskripsi
ini diperlukan untuk menetapkan materi pembelajaran, yang harus dipelajari
sehingga dipersiapkan dengan baik. Langkah ini berarti memilih materi serta
pengalaman belajar yang sesuai untuk mendukung pencapaian kompetensi.
3.
Menetapkan metode dan media pembelajaran
Berbagai
metode serta media yang biasa digunakan dikelas tatap muka kemungkinan dapat
diterapkan juga pada kelas online.
4.
Menentukan jenis evaluasi untuk mengetahui
keberhasilan pembelajaran
Untuk
mengukur keberhasilan pembelajaran, evaluasi berupa balikan atau revisi
tugas-tugas. Oleh karena itu pendekatan e-learning berupa pembelajaran mandiri,
maka pembelajar harus mengevaluasi diri sendiri sehingga mengetahui tingkat
keberhasilannya.
D.
Pemanfaatan E-learning dalam Pembelajaran
1.
Media berbasis komputer
Teknologi
komputer mengalami kemajuan pesat dan luar biasa, baik dari segi hardware maupu
softwarenya. Seiring berkembanganya program-program serta aplikasi yang dapat
dipasang, komputer memberikan kelebihan dalam berbagai bidang kegiatan
pembelajaran seperti untuk produksi media slide, media gerak dan media audio
visual. Kiranya dalam era sekarang ini seorang pendidik haruslah mampu
menguasai teknologi komputer, meski masih dalam taraf sederhana. Teknologi
komputer sangat membantu dalam menciptakan berbagai kreatifitas produksi media
pembelajaran, baik berupa gerak, audio maupun visual. Berbagai macam software
yang dapat digunakan antara lain Power Point, Macromedia Flash, Movie dan
lain-lain. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat digunakan dalam berbagai materi
pembelajaran baik eksak, sosial maupun materi agama selama seorang pendidik
bisa menyusunnya sesuai kebutuhan dan target-target materi dan pembelajaran
yang hendak dicapai, dan tentu tetap didasarkan pada pencapaian tiga ranah
peserta didik berikut ini:
a)
Ranah Kognitif
Dalam pencapaian ranah kognitif komputer dapat digunakan untuk mengajarkan konsep-konsep, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan.
b)
Ranah Afektif
Ranah
afektif bisa dicapai dengan menggunakan clip, film, suara atau video yang
isinya menggugah perasaan. Peserta didik diajak untuk menghayati desain yang
dibuat serta mengenalisis baik gambar atau suara.
c)
Ranah Psikomotorik
Ranah
psikomotorik dapat dicapai dengan komputer dengan bentuk pembelajaran yang
dikemas dalam bentuk games & simulasi sangat bagus digunakan untuk
menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain; simulasi
pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan
sebagainya.
d)
Media berbasis internet
·
E-Mail
Elekktronic
Mail atau yang lebih dikenal dengan E-Mail yang dapat diartikan “Surat
Elektronik”, merupakan surat yang pengirimannya menggunakan sarana elektronik
yakni dengan menggunakan jaringan internet. Perlu diketahui bahwa pesan yang
dikirim berbentuk suatu dokumen atau teks bahkan gambar, tentunya yang dapat
diterima oleh komputer lain dengan sarana internet. Peserta didik dapat
menggunakan e-mail untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan tugas,
dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pendidik di luar kegiatan belajar
mengajar, dan dapat berkomunikasi lewat e-mail dengan teman-teman, guru, maupun
yang lainnya.
·
Blog
Istilah blog
merupakan kependekan dari web blog. Jika diidentifikasi dari penggalan
katanya web dan log dapat diartikan sebagai “catatan perjalanan”
yang tersimpan dalam website. Blog dapat dijadikan website
yang berisikan materi pelajaran yang dituangkan dalam bentuk tulisan, gambar,
bahkan foto, maupun coretan warna warni yang membuatnya lebih menarik. Blog
sebagai media pembelajaran setidaknya ada tiga metode yang bisa diupayakan
yaitu:
Blog guru
sebagai pusat pembelajaran. Guru dapat menulis materi belajar, tugas,maupun
bahan diskusi di blognya kemudian murid bisa berdiskusi dan belajar
bersama-sama di blog gurunya tersebut.
Blog guru dan
murid yang saling berinteraksi. Guru dan murid harus memiliki blog masing-masing
sebagai sarana mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya.
Komunitas
bloger pembelajar. Sebuah blog sebagai pusat pembelajaran dengan
guru-guru dan siswa dari berbagai sekolah bisa tergabung dalam komunitas
blogger pembelajar tersebut.
·
Mesin Pencarian (Search Engine)
Search
Engine adalah sebuah program yang dapat diakses melalui internet yang berfungsi
untuk membantu para pengguna dalam mencari apa yang diinginkan, dengan kata
lain search engine dirancang khusus untuk menyimpan katalog dan menyusun daftar
alamat berdasarkan topik tertentu. Mesin pencarian ini dapat digunakan untuk
mengakses berbagai bahan belajar dan informasi melalui media internet. Telah
tersedia banyak situs search engine yang dapat digunakan untuk mencari
informasi di internet, diantaranya Yahoo, bing, amazon.com, eBay,
Wikipedia, Babylon, dan google. Tetapi yang sering kita gunakan adalah google,
yang dapat diakses melalui http://www.google.com. Untuk melakukan pencarian informasi yang diinginkan,
kita harus memasukkan kata kunci (keyword) pada kotak pencarian.
Misalnya untuk mencari materi Sejarah Kebudayaan Islam tentang Khalifah Umar
bin Khattab, maka kata kunci yang kita tuliskan adalah Umar bin Khattab, lalu
tekan tombol enter pada keyboard, maka google akan mencari halaman web
yang mengandung kata Umar bin Khattab.
E.
Kelebihan & Kekurangan E-learning
Kelebihan e-learning, diantaranya:
1. E-learning dapat
mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat studi lebih ekonomis (dalam kasus
tertentu).
2. E-learning mempermudah
interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan guru
maupun sesama peserta didik.
3. Peserta
didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar
setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik
dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
4. Dapat
menyajikan variasi media.
5. Memperoleh
informasi mutakhir (up date).
6. Mudah dan
cepat dalam mengakses.
7. Komunikasi
yang luwes.
8. Biaya
ringan.
Disamping e-learning memiliki
kelamahan, diantaranya:
1. Untuk
sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang
mahal untuk membangun e-learning ini.
2. Siswa yang
tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
3. Keterbatasan
jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan e-learning.
4. Bagi orang
yang gagap teknologi, sistem ini sulit untuk diterapkan.
5. Materi tidak
sesuai dengan umur pebelajar.
6. Pemanfaatan
hak cipta untuk tugas-tugas sekolah.
7. Perkembangan
yang tidak terprediksikan.
8. Pengaksesan
yang memerlukan sarana tambahan.
9. Kecepatan
mengakses yang tidak stabil.
10. Kurangnya
pengontrolan kualitas.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
E-learning
merupakan
pembelajaran yang disajikan secara elektronik dengan menggunakan komputer dan
media berbasis komputer. Media komputer yang dimaksud di sini lebih
berorientasi pada penggunaan teknologi komputer dan internet
Jenis E-learning
1.
Computer Based Training (CBT)
2.
Web Based Training (WBT)
Proses Pengembangan E-learning
1.
Analisis Kebutuhan
2.
Mendeskripsikan tingkat kinerja/kompetensi yang ingin
dicapai
3.
Menetapkan metode dan media pembelajaran
4.
Menentukan jenis evaluasi untuk mengetahui
keberhasilan pembelajaran
Pemanfaatan E-learning
dalam Pembelajaran
1.
Media berbasis komputer
a.
Ranah Kognitif
b.
Ranah Afektif
c.
Ranah Psikomotorik
d.
Media berbasis internet
·
E-Mail
·
Blog
·
Mesin Pencarian (Search Engine)
DAFTAR PUSTAKA
https://alwiimawanblog.wordpress.com/2013/01/09/media-e-learning/
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&ved=0ahUKEwiY6InmndbJAhUFJ5QKHcghA-IQFggyMAM&url=http%3A%2F%2Fjurnal.upi.edu%2Ffile%2FLena.pdf&usg=AFQjCNHCdJ8aEKr_xZ2QGHCtLW9RedVLLQ&sig2=xA7jbwz7_tz9-4H-5sSSUQ&bvm=bv.109910813,d.dGo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar